2011/06/20

kanan atau kiri?

ketika kita sudah menentukan jalan mana yang akan kita tempuh, maka untuk selanjutnya ketegasan dari dalam dirilah yang mengambil peranan penting.

ketika kita telah memutuskan untuk berjalan diatas jalan kebaikan, maka ketika kita sedang dihadapkan kepada situasi yang berpotensi membuat kita menjadi manusia yang berlaku tidak baik maka sebenarnya disitulah letak ujian diri kita. bukannya malah meluntur dikarenakan emosi yang tidak dapat ditahan ataupun tergiur oleh godaan syahwati yang membuat kita menjadi berakhlak jelek.

kita baru akan dikatakan sebagai seorang yang berjalan diatas kebaikan ketika kita bisa dengan konsisten menyelaraskan antara niat, perkataan, perilaku serta kedayatahan kita ketika sedang menghadapi ujian. sebenarnya letak inti dari sebuah jiwa kebaikan adalah terletak dimana ketika kita sedang menghadapi ujian. dari situlah kita dapat menilai diri kita apakah memang sudah layak untuk menyandang gelar baik ataukah ketika ujian tersebut kita malah mendapatkan angka yang merah sehingga harus melalui ujian ulangan agar berhasil naik kelas atau bahkan jika kita gagal maka bukan tidak mungkin kita bisa turun kelas. bagaimanapun, semua tergantung bagaimana respon atau reaksi spontan kita ketika sedang menghadapi ujian demi ujian. itu adalah tolak ukur yang hakiki dan akan selamanya menjadi barometer tingkat keberadaan kita.

tidak bisa seenaknya dengan mengklaim diri sebagai seorang yang baik akan tetapi tidak pernah lulus ujian ketika dihadapkan oleh ujian yang sebenarnya. semuanya menjadi ecek2 belaka dan tiada artinya alias statement sampah! Tunjukkan kepada siapapun kepada apapun, kepada situasi dan lingkungan dimanapun kualitas yang ada dalam diri. kalau memang sudah bertekad, berniat dan berjuang untuk menjadi orang yang baik maka perjuangkanlah! bukan hanya dengan diam, gagal dalam menghadapi ujian ataupun hanya menuliskan dan menggembar gemborkan suara pembaharuan yang kopong.

2011/06/13

13 Juni 2011

tanggal 13, bulan 6, angka 1 dua kali..
bagaimanapun memberikan makna yang sangat berharga ketika kita mampu untuk memaknainya bermakna. sama halnya ketika kita tidak memberikannya makna apa-apa, seketika semuanya pun akan menjadi tidak bermakna sama sekali. sungguh sangat disayangkan apabila kesemuanya itu hanya lewat begitu saja dan menjadi barang yang usang tiada berharga. alangkah merananya hidup jikalau hanya dipenuhi oleh rangkaian2 kecemasan2 dan keputus asaan.. pengejaran atas sesuatu yang hanya bersifat duniawi, nafsu dan kesemuan. sungguh, semuanya itu tiada artinya sama sekali bila dibandingkan apabila kita hanya berfokus kepada satu titik kebahagiaan hakiki. kebahagiaan sejati dan kebahagiaan abadi. ras syukurpun akan deras mengalir ketika kita mampu melihat dengan mata bathin apa-apa yang selama ini tertutup oleh pekatnya dosa didalam hati. rasa syukur yang akan melimpah ruah sebanding dengan kenyataan bahwa memang kita semua telah dianugerahi begitu banyaknya nikmat.. yang dari dlu hingga sekarang yang 24 jam selalu meliputi kita semua. tidakkah bisa engkau membayangkan bagaimana jadinya jika kini kita sudah tidak bernyawa?? sungguh segala kenikmatan hidup dan segala cerita yang sering kita besar-besarkan itu akan hilang dengan tiba2. tiada lagi kita bisa melakukan apapun. semuanya hilang.. dan kitapun baru akan tersadar betapa kehidupan ini begitu singkatnya.. dan apa yang telah kita lakukan untuknya?? seperti merasa tidak melakukan apa-apa.