2010/10/13

jangan pernah kau anggap manusia itu ada (3)

sebenarnya apa yang terjadi disetiap pagi dan siang hari, di setiap sore dan malam hari diantara diri manusia itu sama saja. yang berbeda hanyalah bagaimana respon mereka terhadap apa yang sedang mereka alami. respon positif kah ataukah justru respons negatif. jika yang dilakukan adalah respon negatif maka yang akan terjadi adalah rasa capek yang amat sangat. pikiran tenaga serta fisik terkuras habis. sangat berbeda dengan manusia yang hanya melepaskannya saja, tidak mau ikut terlarut didalam arus kuat ke negativan. semua akan baik2 saja.. begitulah kira2 tanggapan atau reaksi yang akan terjadi.

Jangan pernah memulai untuk memperkeruh kerasasyukuran dihari ini dengan alasan apapun. Masih bernafas dihari ini dengan kondisi yang ‘wajar’ dan ‘normal’ adalah satu keadaan yang tidak ternilai harganya. Maka dari itu jangan dijadikan tidak bernilai dengan menerapkan karakter sampah!
Nilai dari seorang manusia dapat dilihat dari kata2 apa yang dia keluarkan. Apakah kata2 itu baik, bermanfaat ataukah hanya pelampiasan saja untuk membuat target yang tidak disukainya menjadi kecil dengan perendahan buah dari rangkaian kata. Yang setelah itu dia puas karenanya. Oh, stop. Sudahlah, jangan sekalipun ada didalam pikiran niat untuk berbuat seperti itu. Jangan pernah bermain2 dengan niat yang ada dalam dada. Jangan pernah remehkan apa yang ada didalam kepala. Karena memang seolah2 itu adalah ‘Cuma’ hal yang kecil, namun justru kehancuran besar itu disebabkan runtuhnya penyanggah penyanggah yang berbentuk ‘kecil-kecil’ tersebut. Jangan pernah tergoda dengan yang namanya kata2 yang tidak baik dan menyakiti hati seseorang. Karena kenyataan telah membuktikan ketidak baikannya. Tidak ada yang baik dalam hal hasil akhir dari sebuah perkataan yang jelek. Semua pasti akan bereaksi secara radikal bahkan bisa saja menimbulkan satu degradasi moral yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan manusia manapun. Karena ingat! Manusia itu mahluk yang sangat hebat dan sangat super! Dia bisa untuk melakukan apapun! Kehebatannya sungguh sangat tak terbatas. Karena apapun yang sehari2 tidak kelihatan bisa saja akan muncul di satu saat yang tepat ketika dia sedang marah atapun sedang dalam kondisi sabar yang sangat prima. Lingkungan sekitar akan merasakan aura yang sangat mengerikan ataupun aura yang sangat menginspirasi sekaligus kagum atas akhlak yang diperlihatkannya.
Bagaimanapun, sikap terbaik adalah lebih baik diam, tahan, jangan pernah sedikitpun keluar kata2 yang tidak baik yang hanya akan menyakiti hati yang bersangkutan sekesal apapun kita karena ‘merasa’ telah dihina ataupun ‘merasa’ telah dilecehkan atau ‘merasa’ telah direndahkan.. karena bisa saja perasaan kita itu adalah sau perasaan yang salah, sebuah perasaan titipan dari bisikan iblis yang sangat getol untuk menggoda menyusup kedalam nurani disaat pertahanannya sedang ‘goyah’. Akan tetapi.. sekalipun demikian.. tidak ada asap jikalau tidak ada api. Semuanya terjadi sesuai dengan hukum sebab akibat. Jika memang kekesalan itu terjadi disaat kita sedang ‘merasa’ benar , kita sudah melakukan, menuruti, dan menuruti terus apa yang menjadi kehendak manusia sewenang2 itu... ya.. pada akhirnya sikap yang terbaik adalah diam, dan jangan membalas. Sekalipun membalas haruslah dengan car yang lebih baik dan keren. Jangan kampungan dan bernilai murah yang karenanya bisa saja kita yang sedang terdzalimi malah semaakin menjadi korban perendahan tingkat akut. Jadi... santai saja lah.. jadilah pribadi yang serius yang tidak hahahehe. Karena tertawa seseorang itu menentukan kualitas karakternya.

BKS, 13102010

2010/10/12

Jangan pernah anggap manusia itu ada (2)

Disamping menganggap bahwa sebenarnya manusia itu adalah mahluk yang semu, sesemu mimpi dimalam hari, dimana mereka itu ada namun sebenarnya tidak ada, janganlah pernah sedikitpun membiarkan kembang jiwa penjilat mekar merekah menyelimuti jiwa yang bersih. Jangan kau kotori dirimu dengan perendahan menjilat kotoran manusia lain! Karena pada hakekatnya manusia itu menjadi ‘berbeda’ antara satu dengan yang lainnya disebabkan oleh karena ANGGAPAN yang BERLEBIHAN dan TANPA KONFIRMASI alias MENELAN MENTAH2X. Arti yang sesungguhnya kita sebenarnya merendahkan dengan tulus ikhlas diri kita sendiri dihadapan manusia lainnya.. yang sebenarnya mereka itu sama saja dengan diri kita. Sama2 makan, sama2 minum, sama2 punya mata, sama2 berjalan, sama2 memiliki pikiran, dst... jadi apa yang membedakannya?? Yang membedakannya adalah anggapan dan persepsi kita yang berlebihan kepada manusia lain! Bahkan celakanya sikap sangat sopan dan menjilat itu melebihi yang seharusnya kita tujukan kepada Tuhan yang telah menciptakan kita dan mereka....! APA2XAN INI??!!!
Menjadi pembeda yang membedakan merupakan bakat yang tidak bisa dipisahkan dari sifat dasar manusia yaitu keinginanya yang sangat ingin untuk dihargai! Lebih2 yang telah menempati posisi diatas. Kebanyakan hobinya hanya menyuruh2 dan maunya enak sendiri. Ini sama saja artinya dia telah menginjak2 manusia lainnya.manusia2 yang dianggapnya lebih rendah, manusia pesuruh. Sangat amat bodohlah manusia seperti ini! Menganggap dirinya sudah baik dan benar namun tidaklah ada bedanya dengan bau nya kotoran! Benar2 manusia2 yang menjijikkan! Untuk menghadapi manusia semacam ini, maka yang diperlukan hanyalah pemasangan muka dua atau bahkan 3. Sungguh sangat disayangkan sekali kalau sampai muka ini sampai terbuang percuma hanya untuk mahluk macam itu, lebih baik disimpan saja untuk keperluan yang lebih besar!

-tobe continued-
BKS,12102010

2010/10/11

jangan (pernah) anggap manusia itu ada (1)

sebenarnya apa sih yang sedang dilakukan? datang, duduk, diam, makan, capek, tertidur... terus begitu sepanjang hari. kalaupun ingin dihitung berapa besarnya produktivitas yang didapat mungkin hasilnya bisa jadi hanyalah satu permil! saya tidak menghakimi siapapun tetapi saya hanya berbicara atas objek realitas yang sedang terjadi. dari sini muncullah satu hasil dari pencaharian.. yaitu kita jangan pernah memperhatikan, memikirkan dan melihat manusia sebagai objek hidup tetapi lihatlah mereka hanya dari sisi non materi nya saja. mereka itu sebenarnya tidak ada.. semuanya itu akan terbukti dimasa mendatang kematiannya.. kita sebenarnya sedang behubungan dengan mahluk yang tiada. mahluk yang semu. oleh karena itu demi untuk menjaga hati yang super sensitif ini, maka jangan sampai kehadiran mereka yang sebenarnya tiada itu masuk terlalu dalam hingga memakan hati kita yang sangat berharga. ingat2 saja apa kata rosul.. didalam diri manusia itu ada segumpal darah.. jika ia baik maka akan menjadi baiklah seluruh jiwa raganya.. sekalipun secara fisik dia cacat.. akan tetapi jika dia jelek maka akan menjadi buruk lah seluruh jiwa dan raganya sekalipun sebenarnya dia secara fisik sehat walafiat...

memang sangat menjadi satu hal yang urgent panjagaan hati ini. seringkali kita tidak menyadari penyusupan setan-setan yang dengan suksesnya merasuki hati kita sehingga memunculkan satu perasaan bahkan tindakan yang sangat tidak mencerminkan sisi kemanusiaan kita yang mulia. manusia yang kesetanan akan melakukan apasaja dan menghancurkan apa saja demi untuk pemuasan nafsu penghancurannya. kesemuanya itu memang bukanlah hal yang salah apabila diterapkan kepada hal atau objek yang tepat.
namun kebanyakan yang terjadi adalah salah sasaran, sehingga hanya membuang-buang energi saja.

sebenarnya mari kita kembali mencermati tujuan awal penciptaan manusia, sebenarnya untuk apa sih kita diciptakan dimuka bumi ini?? dengan sangat jelas Alloh menyebutkan bahwa tujuan pencinptaan manusia itu hanyalah untuk beribadah kepadanya. titik. jadi kita diciptakan hanya untuk tujuan beribadah kepada Tuhan yang telah menciptakan kita. sekarang yang menjadi langkah perwujudan dari arti beribadah tersebut haruslah lebih bisa kita perdalam lagi. beribada dalam arti sempit bisa saya artikan dengan shalat. yup. jadi kalau hanya memakai definisi beribadah adalah shalat, maka sehari2nya yang hanya akan saya lakukan hanyalah shalat. titik. begitu saja. padahal manusia itu kan butuh minum, makan, butuh hal2 lainnya yang bisa membantu dia hidup seperti tempat tinggal, dokter apabila sakit, montir apabila kendaraannya mogok, petani agar dia bisa makan nasi, dll.. jawaban atas pertanyaan sederhana tersebut menjadi demikian kompleksnya. -to be continued -

BKS, 11102010

2010/10/08

Bengkulu, 08 oktober 2010

Perjanjian hakikat dengan modal segalanya ada, seharusnya berhasil untuk meraih apapun. perjanjian yang mengharuskan kita untuk menjadi seorang manusia dengan sebenarnya.. bukan hanya menjadi manusia ecek-ecek yang kerjaannya menyampahi dunia ini..
terjadinya satu distorsi kelakukan yang telah dilakukan, ya sudahlah, mau bagaimana lagi? walau sedetikpun kita sangat ingin untuk kembali kewaktu itu maka tidak akan pernah sanggup untuk kita raih.