2010/10/11

jangan (pernah) anggap manusia itu ada (1)

sebenarnya apa sih yang sedang dilakukan? datang, duduk, diam, makan, capek, tertidur... terus begitu sepanjang hari. kalaupun ingin dihitung berapa besarnya produktivitas yang didapat mungkin hasilnya bisa jadi hanyalah satu permil! saya tidak menghakimi siapapun tetapi saya hanya berbicara atas objek realitas yang sedang terjadi. dari sini muncullah satu hasil dari pencaharian.. yaitu kita jangan pernah memperhatikan, memikirkan dan melihat manusia sebagai objek hidup tetapi lihatlah mereka hanya dari sisi non materi nya saja. mereka itu sebenarnya tidak ada.. semuanya itu akan terbukti dimasa mendatang kematiannya.. kita sebenarnya sedang behubungan dengan mahluk yang tiada. mahluk yang semu. oleh karena itu demi untuk menjaga hati yang super sensitif ini, maka jangan sampai kehadiran mereka yang sebenarnya tiada itu masuk terlalu dalam hingga memakan hati kita yang sangat berharga. ingat2 saja apa kata rosul.. didalam diri manusia itu ada segumpal darah.. jika ia baik maka akan menjadi baiklah seluruh jiwa raganya.. sekalipun secara fisik dia cacat.. akan tetapi jika dia jelek maka akan menjadi buruk lah seluruh jiwa dan raganya sekalipun sebenarnya dia secara fisik sehat walafiat...

memang sangat menjadi satu hal yang urgent panjagaan hati ini. seringkali kita tidak menyadari penyusupan setan-setan yang dengan suksesnya merasuki hati kita sehingga memunculkan satu perasaan bahkan tindakan yang sangat tidak mencerminkan sisi kemanusiaan kita yang mulia. manusia yang kesetanan akan melakukan apasaja dan menghancurkan apa saja demi untuk pemuasan nafsu penghancurannya. kesemuanya itu memang bukanlah hal yang salah apabila diterapkan kepada hal atau objek yang tepat.
namun kebanyakan yang terjadi adalah salah sasaran, sehingga hanya membuang-buang energi saja.

sebenarnya mari kita kembali mencermati tujuan awal penciptaan manusia, sebenarnya untuk apa sih kita diciptakan dimuka bumi ini?? dengan sangat jelas Alloh menyebutkan bahwa tujuan pencinptaan manusia itu hanyalah untuk beribadah kepadanya. titik. jadi kita diciptakan hanya untuk tujuan beribadah kepada Tuhan yang telah menciptakan kita. sekarang yang menjadi langkah perwujudan dari arti beribadah tersebut haruslah lebih bisa kita perdalam lagi. beribada dalam arti sempit bisa saya artikan dengan shalat. yup. jadi kalau hanya memakai definisi beribadah adalah shalat, maka sehari2nya yang hanya akan saya lakukan hanyalah shalat. titik. begitu saja. padahal manusia itu kan butuh minum, makan, butuh hal2 lainnya yang bisa membantu dia hidup seperti tempat tinggal, dokter apabila sakit, montir apabila kendaraannya mogok, petani agar dia bisa makan nasi, dll.. jawaban atas pertanyaan sederhana tersebut menjadi demikian kompleksnya. -to be continued -

BKS, 11102010