2009/01/21

lagi sakit hati..

bagaimanapun cara yang sedang gue usahakan tetap saja gak bisa memungkiri rasa sakit hati terdalam ini.. ya Alloh.. hanya kepadaMu hamba serahkan hati ini... entahlah sampai kapan hati ini akan kembali bersinar setelah bolam lampunya pecah berkeping-keping oleh kompleksnya kesemrawutan jiwa... hidup dalam kepedihan hati serasa hidup yang enggan. dan gak heran mengapa sampai ada orang yang bunuh diri karenanya.. bius morfin pun mungkin masih kalah oleh rasa ini. tetapi inilah kehidupan. semoga aja dengan berbekal iman dan setumpuk keinginan bisa menjadikannya mendingan. karena gue tau gak akan pernah akan bisa pulih sampai kapanpun. lemah dalam ketidakberdayaan.. dalam kesendirian tiada yang menemani tiada yang peduli.. begitu menyedihkan tanpa siapapun berjalan berjuang dalam kehidupan ini.. hanya bersama Allohlah yang menjadi teman setia dan yang mencintaiku dengan sangat sejati. trims teman sejati gue yang walaupun kita jauh tetapi mau mendengarkan sharing gue yang sedang rapuh dan hancur. oh sakitnya berlapis-lapis..

Pada saat hati ini sedang hepi.. serasa seluruh tubuh berpesta. namun pada saat hati ini sedang terluka.. serasa seluruh tubuh turut berduka.. hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tentram.. sungguh gue cuma sedang merasakan kejamnya permainan cinta ini.. gue yang akan selalu trauma dan jera untuk mau mengulanginya dan berpikir ratusan kali untuk mau kembali merasakannya..

tak menyangka akan terjadi seperti ini.. memang kata-kata hanyalah terucap dengan ringannya tanpa harus peduli bagaimana benar-benar bisa merealisasikannya.. mungkin gue terlalu menyamakan bagaimana pinsip yang dianut dengan bagaimana prinsip diluar yang berubah-ubah.. entah tercampur oleh kontaminasi apa dan ada kepentingan apa..

Mungkin gue akan break dulu dari wara-wiri kehidupan yang menyesakkan ini.. gue akan berfokus kepada diri sendiri.

berjuta kata.. berabad waktu.. tak kan mampu merubah perih hati yang telah kadung mati.

AllohuAkbar...........................................................................................................................................

2009/01/14

again..

Jan 14th 09

Bismillahirrohmanirrohim..

Gue kemaren-kemaren telah merasakan betapa'menderita'nya saat sedang mengalami cobaan berupa 'disfungsi' salah satu organ di tubuh ini. Padahal cuman satu dari sekian banyaknya bagian tubuh ini tetapi cukup membuat hidup gue terasa 'setengah' saja. Muncul banyak spekulasi pikiran dan penyakit-penyakit susulan lainnya sebagai buah dari pikiran yang gak-gak tersebut. Oh.. sungguh sangat melelahkan jiwa dan menyakitkan raga. Kemudian gue berpikir dalam sepositif-positifnya koridor.. dalam hati gue bergumam:"Mungkin gue sedang ditegur oleh Alloh..". Kendatipun dengan sekuat tenaga di musim positif pikiran gue, banyak juga pikiran-pikiran negatif yang terus meneror dengan beringasnya! disaat itulah gue merasakan seolah-olah hidup dengan setengah mati. bukan karena kegawatan sebuah 'penyakit' tetapi lebih dikarenakan oleh kondisi pikiran yang carut marut ter-mixed dengan sekumpulan komplit negative-thinking.

Tetapi semuanya Alhamdulillah telah berlalu.. Gue bener-bener sangat bersyukur karena telah bisa melewati segala 'cobaan' tersebut. Gue pun kembali berpikir mengenai maksud Alloh memberikan sesaat 'rasa' itu kepada gue. Analisis gue adalah, dengan adanya sebuah perasaan yang melekat dalam pikiran ini beserta dengan berbagai komplikasinya, gue menjadi bisa melupakan banyak hal yang membuat gue terkungkung dalam penjara pikiran yang hanyalah 'sampah' belaka. dengan adanya peristiwa extraordinary tersebut seolah gue diajak ke satu ruangan netral agar gue kembali netral dan sesudahnya mampu untuk bertindak netral juga. Itu menurut gue adalah salah satu bentuk kasih sayang dan perhatian Alloh terhadap gue (GeEr..). Betapapun setelah gue flash-back lagi ke masa-masa gue pernah mengalami hal serupa dimasa yang telah lewat, justru semakin menunjukkan betapa Aloh itu Maha Pengasih..dan Penyayang.. apapun Dia kasih untuk mahlukNya. Dia pun sangat sayang dengan mahlukNya karena selalu memperhatikan segala rintihan dari mahlukNya. beda banget dengan hambaNya yang selalu dan selalu saja mengufuri nikmat dariNya.

Penyakit, musibah, cobaan yang dimata manusia dipandang jelek, tidak enak dan penuh dengan penderitaan tidaklah merupakan sesuatu yang benar-benar suatu penderitaan.. karena pasti didalamnya 'tersirat' sebuah pesan yang sebenarnya sangat jelas. Sangat jelas karena dengan terang-terangan Alloh menampakkan sebuah maksud kepada hambaNya demi kembalinya mereka ke jalan kebenaran. jalan penginsyafan, jalan tobat, jalan penyadaran diri akan kekeliruan yang melupakanNya.. jalan yang salah yang membuat manusia menjadi tersesat.. Alloh tidak butuh untuk minta diingat-ingat oleh mahluknya. karena tanpa itu pun Dia Maha besar. Dia tidak butuh apapun dari mahlukNya. MahlukNya lah yang sesungguhnya sangat membutuhkanNya. dan itu pasti. Tetapi mengapa sampai Alloh harus 'turun tangan' segala mengintervensi mahluknya yang sudah dia beri kebebasan berkehendak?? Pasti bukan karena sekedar main-main dan iseng doank. sudah pasti apa yang Alloh adakan itu tidak ada yang sia-sia dan tidak ada yang main-main. semuanya sudah secara sempurna dengan ukuranNya dipertimbangkan. Semua Dia lakukan kepada mahluknya karena keMaha Penyayangnya Dia.. kalau Alloh gak maha Penyayang gak mungkin Dia mau repot-repot 'turun gunung' menyadarkan manusia yang sedang tersesat, meluruskan jalan manusia yang telah salah jalan,dsb. Tetapi sangat disayangkan kebanyakan manusia tidak berterima kasih. tidak tau diri,tidak tau balas budi, semakin dungu dan bodoh hingga pda akhirnya mata hatinya menjadi buta tidak bisa melihat pengarahan ke jalan kebenaran tersebut. telinga hatinya juga terlalu tuli karena telah pekak oleh teriakan hawa nafsu yang bergejolak sehingga tidak bisa lagi mendengarkan bisikan ilahi yang dengan lembutnya mengajaknya kejalan yang benar.

2009/01/11

the truth..

Jan 11th 09

Siapa yang tau ditengah kegelapan malam ini gue terduduk diam dan kalem.. Siapa yang tau apa yang sedang gue pikirkan dalam kesendirian? didalam kamar, di salah satu bagian ruang di bumi ini.. Tapi, siapa juga yang harus peduli dan mau tau apa yang sedang gue senandungkan dalam pikiran? Siapa menduga didalam kamar ini,ditengah malam yang dingin dan gelap, gue duduk dengan tertibnya.. orang yang lewat kamar gue mungkin mengira penduduk didalam nya sedang terlelap.. Dan mungkin juga penghuni kamar sebelah sama seperti gue?? Gue nyangka kamar sebelah orang-orangnya sudah pada tidur padahal siapa tau mereka juga sedang terduduk merenungi makna kehidupan? Tidak ada yang tau gue ataupun orang diluar kamar ini sedang apa..

Biarlah dirasakan saja semua perasaan dan keinginan yang membludak ini.. yang gue bisa lakukan cuman merakit sedikit demi sedikit maknanya melalui tulisan yang maha kecil dan gak sebanding dengan semesta pikiran sadar dan alam bawah sadar gue.. Sungguh sulit memotret dengan sesungguhnya apa yang sebenarnya dipikirkan.. terlalu abstak dan sukar untuk dimengerti.. Oh,gue sangat menginginkan adanya recorder suara hati yang bisa merekam seluruh perkataannya yang sangat banyak dan berarti untuk diungkapkan.

Gue gak tau apa yang sedang dipikirkan ortu gue. bokap,kira-kira dia sedang memikirkan apa ya.. ibu juga yang sehari-harinya sering juga gue lihat sedang 'memikirkan' sesuatu.. kakak-kakak gue, apa yang sedang mereka pikirkan ya? temen-temen gue? orang yang gue lihat wajah-wajah mereka itu.. apakah gerangan yang sedang mereka pikirkan?? apakah sama dengan apa yang sedang gue pikirkan?? hal yang terpikir ini sungguh membuat gue menjadi semakin misterius aja.. seiring dengan 'teka-teki' rahasia kehidupan yang lambat namun pasti sedikit demi sedikit melucuti tiap bagian tertutupnya menuju sebuah pemandangan dibalik rahasia kehidupan tersebut.. Apakah semua manusia merasakannya?? atau kah gue saja yang gila sendiri?? tapi mengapa 'kegilaan' ini justru membuat gue semakin sering ingat dengan Alloh dan semakin gila dalam memahami firman-firmannya didalam Alquran?? padahal dulu-dulu gue gak sesemangat ini. begitu 45!

Apapun itu, mungkin sudah saatnya gue mengaktifkan prasangka yang positif dan konstruktif. bukan lagi prasangka ragu-ragu yang kerapkali mengubur bekal 'pahala' gue dalam-dalam.. Gue harus mulai meyakini bahwa ini memang jalan kebenaran. dan dengan bemodalkan peta yang harus diikuti segala petunjuknya, gue harus yakin dalam menjalani jalan ini. bukan lagi pikiran yang berada di dasar standar pemikiran manusia pada umumnya, yang stagnan terpenjara pada fase itu-itu saja. tetapi pemikiran yang extraordinary berjenjang naik perlahan kepuncak piramida. Gue harus bisa sampai kepuncaknya. tidak ada lagi keraguan dan kemunduran. Sudah tidak ada lagi jalan ganda dalam mengarungi hidup ini. cuman ada satu jalan yang harus gue tempuh. gak ada lagi jalan alternatif yang hanyalah merupakan jalan semu dan menyesatkan. inilah jalan gue. inilah perjuangan gue. Alloh, hanyalah kepadaMu hamba kembali, Engkaulah Sang Pencipta yang menciptakan hamba dengan mudahnya..

Gak akan ada hal konkrit yang bakal gue tulis. terlalu banyak dan hanyalah menyudutkan kembali ke gerbang kemunduran. biarlah itu semua lewat begitu saja. mundur teratur. hingga yang tersisa hanyalah jasad dan kesibukan yang hanya akan mencari diri yang sejati.. I love neat and clean, Alloh lah yang 24 jam bersama gue dan hanya Dia saja yang layak untuk gue selalu pikirkan, gue akan membangun sesuatu yang besar dengan meletakkan struktur terkecil penyusunnya secara konsisten, gue gak akan sia-siakan hidup di dunia yang cuman setengah hari saja, gue akan menjadi seperti apa yang ada dalam pikiran ini, mudah-mudahan terus bertambah lebih banyak lagi cahaya kebenaran yang akan menerangi jalan yang sedang gue tempuh diperjalanan singkat kehidupan ini..

2009/01/04

may be..

Jan 3rd 09

Menikmati apa yang layak untuk dinikmati... apa yang seharusnya manusia tau untuk dinikmati..
Malam yang kelam, sunyi senyap dan kicauan jangkrik temani jiwa ini.. Sebelum besok hari disibukkan dengan jadwal yang segudang hingga bertemu malam lagi,terus begitu setiap hari, again and again.. terus menerus hanya seperti itu-itu saja. membosankan.

Mungkin begitulah kira-kira pendapat sebagian orang yang sibuk dengan rutinitasnya. Yang selama bertahun-tahun digelutinya hingga mencapai titik jenuh. kering kerontang. yang didapatkan hanyalah kertas-kertas rupiah yang ditumpuk-tumpuk entah untuk apa.. Padahal hidup ini hanyalah setengah hari saja.. tidakkah mereka mulai berpikir untuk sedikit lebih kreatif dan cerdas dalam menjalani sisa umur ini dengan menyibukkan diri menumpuk bekal hidup di akhirat?? atau bekal tersebut malahan terkuras habis demi melampiaskan nafsu hidup di dunia?
Menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat adalah hal yang berat bagi yang sudah terlena dengan kehidupan duniawi. begitu banyak argumen pembenaran atas apa yang dilakukannya meskipun sebenarnya kadar kebenarannya hanyalah abu-abu. perbuatan apapun dibenarkan saja oleh hati yang kadung berpenyakit. terus-menerus tiap detik tiap hari tiap tahun kehidupan yang dijalaninya hanyalah menggerus kesejatian ruh Sifat-sifat Ketuhanan.

Ketika melihat kilaunya 'keberhasilan' atau 'kesuksesan', sudah memproklaim diri sebagai orang yang hebat dan 'berbahagia'.. Padahal belum tentu. perasaan sudah benar dan merasa sudah tamat dalam berbuat kebaikan sungguh-sungguh akan membuat dirinya menjadi arogan dan menuhankan dirinya sendiri. dialah yang maha benar! sedangkan orang lain hanya dipandang dengan picingan mata kecut. bagus! teruslah sombong manusia! sekalipun kau menyangka dirimu itu 'wajar' dan 'sudah baik' tetapi gue yakin manusia-manusia seperti itu tidak mungkin pernah menyentuh Alquran sebenar-benar sentuhan. gak mungkin ada seorang manusia produk dari pembelajaran Alquran bersifat setan dan angkuh serta sok hebat!

Semua yang 'dimiliki' manusia hanyalah titipan. kalau mengklaim mata ini adalah punya kita, ingatkah bagaimana cara kita membuatnya? ataukah mata ini ada yang memberikan?? begitu juga dengan telinga. kalau memang telinga ini milik kita, kapankah kita membuatnya?? sanggupkah manusia menciptakan indera-indera sedemikian canggihnya dengan tangannya sendiri?? apakah tangan ini juga milik kita? ataukah ada yang yang 'memberikannya' kepada kita?? itu semua adalah pertanyaan logis yang pasti akan mendapatkan jawaban universal dari setiap diri manusia manapun jua. Semua yang 'kita punya' atau lebih tepatnya segala yang ada pada tubuh kita ini bukanlah milik kita. semuanya milik Sang Pembikin segala sesuatu. Alloh swt. semuanya diberikanNYA kepada kita agar kita bersyukur.. cuma itu. begitu simpelnya. tetapi pada kenyataannya seberapa besar dan konkret rasa syukur kita?? Bagi orang yang berduit pastilah bakal 'ikhlas' membeli organ tubuhnya yang rusak demi mengalami hidup yang normal. Mungkin rumah untuk sebuah bola mata? mobil untuk setengah telinga? pesawat untuk jantungnya? villa untuk sepasang ginjalnya? semuanya rela dia berikan hanya untuk memperoleh kembali kenormalan fungsi inderanya. kalau sudah begitu, terasa sangat mahal juga yak indera-indera yang sedang melekat di tubuh kita ini? apalagi kalau pernah belajar biologi, kita pasti tau kalau tubuh kita ini terdiri dari sel yang terkecil hingga sistem organ... wah...

Pada hal apalagi manusia mau bersyukur?? belum lagi dengan penciptaan alam semesta yang demikian besarnya... sungguh, semua pikiran yang muncul tersebut membuat gue menjadi eneg dengan pemfokusan pikiran kepada hal yang remeh-temeh.. hal yang sering hanya membuat batin capek sendiri, badan kurusan, sakit yang gak perlu dan membunuh sebgaian besar waktu yang seharusnya di lewati dengan penuh rasa syukur..
Memang sangat keren pas manusia disuruh untuk memperhatikan dirinya sendiri agar mampu mengenal Alloh.. Tubuh yang 24 jam bersama kita ini menjadi modal paling dekat agar kita mampu kenal dengan pencipta kita.. gratis! namun kegratisan yang gak semua manusia pinter untuk memanfaatkannya sekalipun profesor dari harvard atau oxford..bukan muslim yang jauh dari Alquran. secerdas apa sih manusia itu hingga untuk mencari Tuhannya saja harus menunggu musim haji?? atau bermil-mil menempuh perjalanan ke dalam gua di pedalaman ujung dunia? atau mendaki gunung terjal di puncak Bromo?? lihat saja diri sendiri! perhatikan, aktifkan hati. matikan nafsu. resapi dan rasakan dengan penuh rasa takjub akan Sang Pencipta yang Maha Besar telah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna... maka dengan sendirinya kita akan lebih menghargai diri ini dan makin banyak bersyukur serta melupakan segala hal yang hanya remeh-temeh tentang masalah dunia apapun. cerdaslah manusia!!

2009/01/01

sore hari yang indah

1st jan 09
Di sini... di bagian bumi yang sedang menawarkan keindahan sore harinya.. gue berdiri sejenak mencoba untuk menghirup udara yang masih tersedia untuk seluruh mahluk yang membutuhkannya..

Adzan Ashar sedang 'menjemput' para pencari Tuhan untuk melepaskan semua kesibukan untuk mereguk kesegaran jamuan Ilahi.. demikian intens dan teraturnya waktu-waktu shalat itu.. lima kali dalam sehari.. sebuah penanaman keyakinan yang luar biasa dari Sang Maha Pencipta!
Seketika itu juga gue langsung beranjak menuju kamar mandi untuk mempersiapkan kebersihan diri gue sebelum menikmati sajian Alloh.. Gue gosok gigi ini, cuci muka pake sabun.. terus berwudlu.. oh,segar banget!! terus gue bergegas untuk segera shalat dan memulai perjalanan spiritual gue bercurhat ria sembari membiarkan batin ini mengisi 'perutnya' sendiri dengan nutrisi yang dibutuhkan.. Hal pertama yang ada di dalam pikiran ini adalah gue pengen banget bisa mendapatkan sebanyak-banyaknya nikmat dari hidangan yang tersedia.. karena akan sangat rugi apabila gue shalat tetapi tidak mendapatkan kesan apapun..lewat bagai hembus angin..wuss.. makanya gue mendahuluinya dengan shalat qabliyah ashar.. tujuan yang terselubungnya adalah guna mensinkronkan frekuensi hati gue agar siap menghadapi shalat ashar.. mencoba untuk konsen sampai merasakan sensasi yang membuat hangat badan ini.. sensasi itu baru terasakan apabila gue mampu menghayati segala arti bacaan yang gue ucapkan dalam shalat.. dari mulai doa iftitah,alfatihah,surat pendek,bacaan rukuk,i'tidal,sujud,duduk antara dua sujud sampe salam.. begitu nikmatnya merasakan hati ini ikut berdzikir dan penuh kekhidmatan.. benar-benar merupakn interaksi yang sesungguhnya antara seorang hamba dengan Tuhannya..

Setelah itu pun gue melakukan shalat ashar dengan se khusuk mungkin.. beberapa kali distorsi konsentrasi pasti terjadi, tetapi gue akan tetap tenang aja denga kewajaran tersebut sembari terus memantapkan diri untuk meraih tujuan dari ibadah ini yaitu mereguk sebanyak-banyaknya keuntungan dari shalat gue.. dan Alhamdulillah suasana hati ini pada akhir shalat ashar gue begitu nyamannya.. setelah itu gue gak mau melewatkan diri gue untuk membaca Alquran sembari memahami arti nya. jujur aja gue sangat sangat terpesona dengan segala yang ada didalam kitab ini.. makanya sudah seakan menjadi'candu' buat gue untuk membacanya.. tapi candu yang gue telan ini adalah candu yang baik bukan? hehe...

Okay, kurang lebih 40 menit gue lewati perjalanan spiritual gue dengan hasil yang membuat suasana hati menjadi nyaman. Alhamdulillah... semoga aja gue mampu menempa diri gue sendiri dengan hanya mengikuti saja apa yang sudah di berikan Alloh tentang bagaimana merawat lahir dan batin ini.. Tiada yang menjadi sandaran dan harapan hanya kepada Alloh gue memohon...
Wuih.. gila! segar banget!! mana besok ada jumatan lagi.. cool! Keren banget! Soalnya tiap jumat seluruh umat islam melaksanakan ibadah sakral jumatan.. bayangkan aja energi yang terpancar yang berpusat di masjidil haram.. sungguh energi yang dahsyat!! dari seluruh dunia.. Tetapi itu menurut gue bukanlah pancaran energi yang terdahsyat number one.. soalnya biarpun jumatan dilakukan secara berjamaah di mesjid-mesjid, tetapi itu kan khusus buat yang cowok aja.. cuman dua rakaat pula?? tapi sudah sangat luar biasa! gue cuman menyayangkan aja materi khutbah yang kurang inspiratif.. coba bayangkan kalau materi khutbah itu digarap secara serius.. pasti akan menimbulkan pencerahan bagi para jamaah.. gak heran masih ada aja yang ngantuk dan bahkan males untuk melaksanakan jumatan.. Btw, jadi yang number one apa y?? menurut gue si ya ibadah shalat lima waktu itu... gak ada matinya, lima kali sehari, dan seluruh dunia melaksanakannya baik itu cowok,cewek,tua,muda,semuanya shalat tanpa henti berdasarkan waktu yang dialaminya.. gak terbayangkan pancaran energi yang terpusat ke masjidil haram itu bagaimana besarnya.. tiap waktu, tiap hari,,Wow! Ah,keren banget deh!! gue gak perlu terlalu jauh untuk mengungkapkan betapa keren dan hebatnya.. karena bisa-bisa kata-kata gue justru bakal mengurangi kekerenannya.. cukup kembalikan kepada nurani masing-masing dan anda pasti terkagum-kagum karenanya!! cukup luangkan sedikit waktu untuk memikirkannya.. kalau kurang, coba ulangi lagi..lagi.. dan lagi.. sampe anda terbius keheranan.. hehe.