strategi untuk meraih kemenangan tidaklah seharusnya dilakukan secara konvensional. berbagai cara bisa dilakukan asalkan masih berhubungan dengan tujuan awal dan tidak menyimpang dari asas kepentingan pribadi. tidaklah layak jika semuanya dilakukan dengan mengorbankan kepribadian. sungguh tidak layak membunuh diri sendiri dengan alasan mengutamakan kepentingan menghormati orang lain. sungguh sangat tidak layak dan tidak masuk akal! Apalah artinya orang lain itu ketika kita sedang susah atau sakit... dimana mereka? apakah mereka akan peduli atau turut membantu? yang ada pada saat itu hanyalah diri kita sendiri yang berjibaku melawan segalanya itu. diri kita sendirilah yang mengatasi segala kesusahan dan kesempitan. So, mengapa harus repot2 memikirkan ketidak enakan hati karena orang lain?? toh kita semuanya mahluk hidup yang bertanggung jawab terhadap masing2 kehidupan kita. kita bertanggung jawab terhadap diri kita.
sikap orang lain terhadap kita tidaklah menjadi patokan kebahagiaan kita. demikianpun dengan sikap kita terhadap orang yang cenderung lebih kita mengistimewakan diatas diri kita sendiri bukanlah menjadi patokan yang wajar dalam menilai kebahagiaan kita. bahkan itu semua hanyalah kresibukan2 yang tidak penting yang hanya menghabiskan waktu hidup yang sangat berharga ini. kita akan menjadi berharga jikalau kita menganggap hidup kita ini berharga.
Ayo! mulai bersikap dewasa dan menghargai diri pemberian Ilahi... dengan begitu berarti kita menghargai Tuhan semesta Alam... lebih2 apabila berhadapan dengan manusia2 non bermoral. kelaut aja.. pantas saja mereka2 itu sangat diharamkan untuk memimpin karena memang telah berbekal watak yang tidak bisa dan tidak akan mungkin berkompromi dengan kita. jadi.. jangan sekali merendahkan diri dengan mereka2 itu karena yang sebenarnya merekalah yang rendah, kita lah yang tinggi.
dalam menjalani waktu demi waktu seperti saat ini, yang sangat dibutuhkan adalah fokus tujuan. demikian pula dengan bhasa lain dalam sikap, fokus tujuan terlebih dahulu dittapkan baru kemudian beraksi selayaknya watak yang diinginkan. tidak bisa tidak karena kalau tidak dikontrol sedari awal yang namanya manusia maka hanya akan lupa dan menceburkan diri kedalam kubangan kerendahan.
apa yang diharapkan terjadi dimasa beberapa tahun kedepan? apa yang diharapkan tersebut haruslah bisa diwujudkan dengan menyikapinya dari sekarang berbagai hal yang dibutuhkan agar tujuan tercapai. semuanya terstruktur dari mulai hal yang kecil sampai besar. segala yang besr hanya akan diperoleh dari tumpukan hal yang kecil. kalau menginginkan karakter yang besar maka haruslah sukses menunaikan segala apa yang kecil2 dari segala aspek.
kini aku sedang berada didalam institusi yang bergerak disatu bidang tertentu. agar bisa sukses dalam karir, haruslah diri ini selalu terus belajar dan memperkaya ilmu yang berkaitan dengan bidang tersebut. lebih2 ada keinginan lain yang memang mengharuskan diri ini untuk belajar. oh, sungguh nikmatnya belajar itu. dilain pihak diri ini sedang mempersiapkan diri untuk meraih mimpi menyongsong masa depan bersama seseorang.. ooh.. sungguh sempurnanya hidupku!!
pada sudut pandang yang lain, tidak dipungkiri ada kebutuhan yang selalu hadir disaat2 tertentu. kadang atau bahkan selalu diri ini merasa ada yang salah dalam keborosan yang kebablasan.. namun, setelah dipikirkan, semua itu bukanlah keborosan yang kebablasan namun merupakan kebutuhan yang namanya kebutuhan haruslah dipenuhi.. hmm.. berpikir sedikit lebih realistis akan mengantarkanku ke gerbang kedewasaan..
ada beberapa hal inti yang pernah dirasakan begitu mengasyikannya mengenyangkan batin yaitu dengan jalan spiritual. ayat2 kitab suci itu begitu menyegarkan dan rangkaian ibadah wajibnya begitu menenangkan.. namun semuanya itu seolah muncul tenggelam dalam lautan badai kehidupan duniawi yang sangat mengerikan! ... satu hal yang pasti dan akan selalu pasti adalah... jika kita hanya berpegang kepada tuntunan yang diberikan Tuhan... tidak akan ada itu duka cita dan kesempitan hati.. itu pasti benar!! jadi, jika selama ini hati merasa terganggu dengan kesempitan dan duka cita berarti ada yang salah dengan pegangan tuntunan tersebut.. segera perbaiki dengan penuh percaya diri. karena Tuhan itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...