bismillah...
"soul factor", menjadi salah satu faktor yang (walaupun nantinya hanya bersifat sementara,tak peduli) membuat sadar betapa faktor dari ruh itu adalah dengan melakukan ibadah (dzikir) yang hanya dengan melakukannyalah hati menjadi tenteram. betapa tidak.. keseharian yang dilalui dengan diawali pelalaian akan satu kewajiban, akan selalu dikuti dengan rasa bersalah yang teramat dalam.. dikarenakan oleh kesengajaan melalaikan ibadah inti yang menjadikan roda kehidupan bertambah goyah! alangkah kasihannya..
jikalau ditarik lagi kebelakang, sebenarnya apakah yang menjadi penyebab dari semua ini?? sudah sangat jelas apakah itu. pyuhh...,. alangkah parahnya jika menyadarinya. ya, begitulah.. akan tetapi mungkin semua pengalaman terburuk dalam hidup ini memiliki maksud yang pastinya akan sangat berguna bagi generasi penerus kehidupan. ya. saya sangat yakin itu. cukuplah sudah pengalaman kelam itu saya jalani. saya benar2 sangat tidak menginginkannya samasekali hadir dalam hidup ini. itu adalah hal yang sangat2 menjijikkan!!! astaghfirulloh...
"soul factor" adalah inti dari satu perubahan yang revolusioner. bagaimanapun segalanya terletak dihati. pola hati itu akan berubah2 seiring perasaan yang sedang kita alami. dan perasaan itu pun bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja melainkan ada pemicunya. ya, pemicu yang paling sering diciptakan sendiri. alangkah parahnya kehidupanku ini?? yang ketika materi belum didapat, betapa sangat menginginkannya. dan ketika telah didapatkan malah tersesat begitu jauh. jadi, kapankah ada rasa menikmati kehidupan itu???