2013/05/18
merubah arah, merubah haluan, mendadak ditakdirkan utk berpikir demikian
"9 dari 10 pintu rezeki itu adalah berdagang". itu adalah kutipan dari sebuah hadist yang menjadi sebuah pemikiran tiba tiba terbesit dalam hati dan pikiran. entahlah mengapa namun sepertinya Alloh memang dengan sengaja, melalui berbagai segala macam takdir kejadian, mengarahkan hati dan pikiran utnuk lebih serius memikirkan dan mempertimbangkan statement hadist tsb. ya, bukannya tidak bersyukur dengan pekerjaan yang sekarang, namun ketika pikiran dan hati seolah sering sekali seperti "sedang mencari sesuatu", mungkin itu mrp sinyal nurani yang menginformasikan bahwa sebenarnya ada "sesuatu" diluar sana berupa pintu rezeki yang lebih luas dibandingkan hanya dari sekedar rutinitas pekerjaan seorang pegawai kantoran. terlebih, kondisi nyata yang sedang dialami saat ini menakdirkan (karena tuntutan pekerjaan) berada jauh dari sanak keluarga, istri dan orang tua. sehingga seolah olah quality time bersama dengan orang yang terkasih menguap begitu saja. dekat dengan yang orang-orang terkasih adalah sebuah kekayaan yang sangat berharga, menenteramkan batin dan menyamankan jiwa. :) Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban untuk diri ini mulai memaksimalkan segala kemampuan dan usaha untuk lebih serius mengarahkan masa depan menuju sesuatu yang lebih baik,lebih berkualitas, baik bagi kehidupan duniawi dan akhirat, berguna dan manfaat bagi orang tua, istri keluarga dekat, dan agama. Meskipun sepertinya masih seperti meraba raba, namun dalam setiap rintihan doa, sudah seharusnya menjadi menu yang wajib ditambahkan dalam setiap doa agar Alloh senantiasa mempermudah niat yang insya Alloh mulia tsb. Bagaimanapun, apapun yang sedang ditakdirkan saat ini, harus dijalani dengan sebaik2nya, namun kita juga harus memiliki rencana masa depan yang jelas, mau bagaiamana nantinya, tidak bisa hanya hidup dengan begini2 saja, berpasrah dan nrimo tiap2 besok hari dengan hal yang sama. ya Alloh, semoga diri ini dijauhkan dari segala kesia2xan dan dosa syirik, karena Tuhanku hanyalah Engkau, bukan yang lain, amin. Semangat! :)